Senin, 31 Oktober 2011

Rasakan sensasinya.

Kawan,  ingin aku katakan sesuatu kepadamu. 
Sungguh yang kita cari dalam hidup ini adalah Tuhan. Bukan yang lain. 
Apakah engkau masih belum yakin??? 


Andai engkau jawab belum, gak apa-apa. Memang sebagian kita pun kadang dihinggapi keraguan. bahkan Nabi-nabi-Nya pun pernah mengalami fase "keraguan" itu. Tapi lagi-lagi sungguh. Pernah kusandarkan hidupku pada karir, yang kudapat adalah kepuasan dan penderitaannya sekaligus. Bukan substansi. Pernah kusandarkan hidupku pada harta, yang kudapat adalah kesenangan dan penderitaannya sekaligus. Bukan substansi. Pernah kusandarkan hidupku pada pengetahuan, yang kudapat adalah pencerahan dan keangkuhannya sekaligus. Bukan substansi. Pernah kusandarkan hidupku pada sahabat, yang kudapat adalah kehangatan dan pengkhianatannya sekaligus. Bukan substansi. Kawan, substansi hidup justru ada pada-Nya. 


Dari-Nya kita mulai, bersama-Nya kita berproses dan kepada-Nya kita kembali. Menariknya, saripati kebahagiaan justru dapat direguk pada usaha dan hasil mendekatkan diri kepada-Nya. Lihatlah wujud-Nya dalam karya-karya kosmologi-Nya dan dapatkan Tuhan hadir dalam karya-karya-Nya itu. Dengarlah suara-Nya dalam lantunan ayat-ayat suci-Nya dan nikmati keindahan-Nya. Raba lah angin yang berhembus, raba lah tanah yang kau pijak dan rasakan kehadiran-Nya. Ciumlah wangi-Nya dalam kebaikan dan kemuliaan pribadi-pribadi yang selalu dekat dengan-Nya dan rasakan keharuman-Nya dari cahaya yang terpancar dari pribadi-pribadi itu. Rasakan .... rasakan .... dan ... nikmati .... setiap sensasi kehadiran Tuhan dalam diri. Hirup napas dalam-dalam .... hembuskan perlahan-lahan ... dan rasakan lagi sensasi-Nya. Kesanalah .... kesanalah ... dan kesanalah engkau akan kembali. Berjalanlah ... berjalanlah ... dan berjalanlah menuju-Nya dengan kerendahan hati dan kerendahan diri. Datanglah ... datanglah ... dan temuilah Ia ... dalam rindu yang tak terperi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar